Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi ( Revisi )

Jumat, 06 Maret 2009

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

PONARI, DILEMATIS PELAYANAN KESEHATAN

PONARI, DILEMATIS PELAYANAN KESEHATAN


Ponari telah hadir ke dunia sebagai hamba Allah tentunya dan tidak lebih dari pada itu adalah umat manusia yang sama dengan lainnya. Ketika berusia 9 tahun sekarang, tiba-tiba mengejutkan masyarakat Indonesia. Betapa tidak usia segitu telah bisa mengobati berbagai macam penyakit. Ironisnya hanya dengan sebuah batu sajaLebih-lebih miris lagi! Langkah Ponari diikuti lagi oleh beberapa generasi harapan bangsa ini. Akhirnya muncullah dukun-dukun cilik handal di Nusantara.

Ribuan orang berjubel kadang-kadang tertib dan kadangkala tidak. Menanti celupan tanggan Ponari yang sedang memegang batu “ajaib”nya ke air yang dibawa orang-orang berjubel itu. Semua menyakini air yang kena celupan batunya Ponari tersebut akan menyehatkan segala macam penyakit. Bahkan ketika Ponari libur praktek, orang-orang yang menyakininya pun sampai mengambil air comberan dekat ponari buka praktek.

Ketika Fakultas kedokteran sekarang tumbuh diberbagai kota di tanah air ini menandakan akan semakin banyaknya tenaga dokter. Begitu pula halnya akan perkembangan pembangunan Rumah sakit. Terutama rumah sakit swasta terbangun sudah di berbagai tempat. Puskesmas ada disetiap desa paling tidak tingkat kecamatan. Namun kenapa Ponari lebih disukai dari itu semua.

Paling tidak penulis melihat beberapa hal mengapa ini terjadi, pertama, mahalnya biaya kesehatan sehingga masyarakat tidak mampu berobat kedokter dan kerumah sakit. Ini beririsan lurus pula dengan pendapatan masyarakat yang tidak menjangkau biaya kesehatan. Seharusnya pamerintah harus menetapkan biaya berobat minimal masyarakat untuk rumah sakit baik negeri maupun swasta.

Kedua, Pelayanan di Rumah sakit umum atau puskesmas yang tidak dirasakan dengan baik oleh masyarakat. Ada memang dan banyak barangkali sekarang rumah sakit swasta yang menyediakan pelayanan yang bagus akan tetapi apakah harganya tidak terjangkau oleh masyarakat?? Maka sekarang masyarakat berpikir apa bedanya ponari dengan rumah sakit umum?

Dua hal diatas itu barangkali menurut dugaan penulis yang menjadi alasan hal-hal ini terjadi. Contoh kasus yang pernah penulis jumpai dirumah sakit- rumah sakit umum yang patut menjadi opini umum adalah.Ketika suatu waktu bayi saya sakit dan akhirnya dibawa kerumah sakit. Setiba dirumah sakit bayi saya bukan langsung mendapat tindakan akan tetapi saya disodorkan dulu berbagai macam lembaran administrasi untuk diisi. Bahkan yang pedihnya adalah saya ditawarkan dulu berbagai macam kamar dengan berbagai jenis fasilitasnya tentu lengkap dengan harganya. Bak seperti saya datang ke hotel saja. Sementara anak saya belum juga mendapat tindakan medis.

Kasus diatas tentu gambaran sederhana dari dilema pelayanan kesehatan kita. Saya yakin pasti lebih banyak lagi yang lebih buruk pelayanan dan pelakuan tenaga medis di bangsa kita. Maka melalui tulisan ini saya mengingatkan para pemimpin bangsa bahwa tujuan Negara ini didirikan adalah untuk melindungi segala tumpah darahnya. Bukan untuk mengambil tumpah uangnya dari masyarakat. Wallahualam bhisawab.

“ARI TIDAK MAKAN DARI MALAM”

Jumat, 13 Februari 2009

Hari itu Kamis 12 Februari 2009 pasnya jam menunjukkan 08.30 wib. Disaat itulah uzstad Indra Hanafi melantunkan nada-nada pelajaran dikelas III Al Kindi SD juara Pekanbaru, mendadak tiba-tiba menghentikan suaranya disaat menjelaskan Pelajarannya. Beliau terhenti karena tiba-tiba seorang siswa menangis lembut tetapi memancarkan aura kesedihan yang mendalam. Mukanya terlihat pucat dan pasi tanpa ada warna selain dari pada itu. Siswa itu bernama ARI SUSANTO.

Ustadz Indra begitu panggilan untuk sang guru SD Juara, mendekati Ari Susanto dan merengkuh pundaknya dengan gesekan lembut bermaknakan kasih. Uzstad Indra mencoba mengeluarkan kata-kata untuk bertanya diantara uraian air mata Ari.
“ Ri….ada apa ari?” Tanya Ustad Indra sambil membelai punggung Ari. Namun Ari menjawab dengan Air matanya saja tiada suara yang dikeluarkannya.
‘Ri…napa menanggis..?” Tanya Ustad Indra lagi.
“ Ri bilanglah sama Usztad ada apa?”
Ari tetap tak bersuara kecuali isakan kecil pemanggil air mata saja.
“ Ri kita kekantor aja dulu yuk!” ajakan Uztad Indra kemudian. Ari mengangguk meiyakan.

Uztad Indra memegang pundak Ari dan berjalan keluar dari kelas menuju kantor Kepala Sekolah. Pada saat itu Ustad Indra menatap tubuh Arid dan Ia terkejut sedih. Badan Ari kurus sekali dan hanya kulit dengan sedikit daging saja yang melekat ditubuhnya. Ustad Indra mencoba untuk meraba tubuh disebelah kanan bagian diafpragma tepatnya disisi lambung. Subbhanallah terasa tak berisi. Sangat terasa sekali lekukan demi lekukan tulang saja dan dibungkus oleh kulit yang mengering.

“ Ri udah makan?” Tanya Ustad Indra sambil berjalan dengan Ari.
Ari hanya mengelengkan kepala artinya belum.
“ malam tadi Ari makan?”
Ari menggelengkan kepala lagi.
“ Ari lapar ya?”
“iya Ustad” itulah jawaban dan suara pertama yang keluar dari mulutnya sejak dari pertama Uztad Indra bertanya.
“ napa Ari tidak makan dirumah”
‘mama tidak masak”
‘kok”
“ ya…tidak ada beras dirumah”

Ustad Indra tersentak sedih mengelengkan kepalanya, prihatin mungkin itu yang ada dalam benaknya. Setiba dikantor ketemu kepala sekolah Ustadz Syahrul Fadila, beliau memberikan sebuah mangkok yang berisi makanan kecil dan disodorkan kepada Ari. Sementara itu Uztad Indra membikinkah the hangat untuk Ari tentunya. Ari hanya melonggo dan sedikit rasa malu saja. “ ayo kuenya dimakan ri” suruh ustad Indra sambil menyodorkan the yang telah dibikinnya. Ari tidak mengeluarkan suara hanya membalas secuil senyum saja. Air matanya sudah berhenti.

Indra hanafi S.Pd. (PKS Kurikulum SD Juara bid. Kurikulum)

MEMBANGUN JARINGAN

Sabtu, 07 Februari 2009

Banyak para pembisnis sebenarnya dalam hal memajukan usahanya membangun apa yang disebut dengan jaringan ( Networking). Jaringan ini bukan hanya diandalkan untuk kepentingan marketing saja, akan tetapi jauh daripada itu adalah untuk menumbuh kembangkan bisnis itu sendiri.
Untuk kepentingan marketing itu sudah jelas. Semakin besar jaringan Kita maka semakin banyaklah pelangannya. Jaringan seperti ini tidak perlu kita takuti karena tidak masuk kedalam sistem usaha kita. Namun perlu kita rawat dengan servis yang sedemikian rupa, jangan sampai rusak hubungan jaringannya alias kecewa pelangan. Ingat satu orang pelanggan yang hilang berarti kerugian besar pada usaha yang sedang kita tumbuhkan.
Jaringan yang digunakan untuk menumbuh kembangkan usaha adalah suatu kelompok atau individu perorangan yang dimasukkan kedalam sistem usaha kita. Misalnya kita ingin membuka cabang usaha pada suatu lokasi tertentu maka perlu orang lain untuk

menjaganya atau bahkan mengelolanya. Nah orang yang diajak mengelola inilah disebut jaringan baru kita. Maka perlu ditata secara jelas, akurat dan konsekuensi hukumnya. Disinilah kelihaian ilmu Manajemen sangat dibutuhkan dari seorang entrepreniurship.
Membangun jaringan perlu ketekunan dan waktu yang memadai. Terbentuknya jaringan tidaklah semudah membalikkan telapak tanggan. Butuh kerajinan exstra keras dan waktu jualah yang menntukannya. Kalau yang Saya lakukan sekarang untuk membangun jaringan demi kepentingan bisnis saya adalah:
1. Ikut serta dan terlibat dengan beberapa oraganisasi terutama Ormas. Sebab masing-masing Ormas punya banyak anggota dan ketika Kita bergabung dengan Ormas maka tentu kita dapat kenalan baru dan terikat dalam organisasi.
2. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarkatan
3. Aktif menulis di media massa dan apa saja yang bisa dijadikan media agar kita dikenal oleh orang lain.
4. Memenuhi undangan setiap orang.
5. Rajin Rihlah atau berkunjung ke suatu tempat
6. Silaturrahim sudah pasti.

Makan di luar…aja!

Kami ke Padang pada bulan Desember 2006 untuk memenuhi undangan Raker guru-guru NF Pekanbaru dan Padang. Kebetulan yang berangkat waktu itu semuanya masih bujangan semua.Saya juga belum menikah waktu itu.

Sampai di Padang hari sudah malam sekitar jam 19.00 WIB. Kami jalan memutar ke kiliran jao, karena waktu itu jalan putus di Kampar. Musim hujan dan banjir. Jalan memutar memang jauh sekali sekaligus capek. Yang paling luar biasa Saya lihat dari raut wajah teman-teman guru dapat disimpulkan dalam kata sederhana ”Lapar”
Saya berpikir nanti sampai di NF padang kami disambut terus dijamu makan dan terus diajak ke wisma lalu istirahat.

Pas sampai di NF Padang tidak ada yang muncul. Pak Amor tidak ada di situ hanya nampak pak Tata dan Pak jon saja. Itupun Mereka tampak sibuk sekali. Saya coba aja ajak teman-teman untuk berbenah. Kami Shalat Magrib sekaligus jamak Isya. Tampaklah semua guru-guru dan karyawan NF lagi antri untuk mengambil makan malam. Ada dua tempat satu untuk guru ikhwan dan satu lagi untuk guru akhwat. Saya ketemu sama Dedi Indra (waktu itu beliau masih di NF padang) dan beliau mempersilakan kami untuk makan alias ikut antrian kesana. Saya bergegas menyuruh teman-teman kesana.

Ketika masuk ketempat makanan itu ditempatkan sudah tampak sebagian pemilik NF sudah duluan makan dengan lahap. Disana ada Pak Faruq, bang adek, Suryanto, pak Tata dan lainnya(saya tak ingat lagi sekarang). Teman-teman sudah mendapatkan piringnya untuk bersiap berbaris rapi antri makan. Akan tetapi tiba-tiba Pak Faruq datang menarik tanggan saya keluar dan ingin membisikkan sesuatu
” antum punya uang?” bisiknya
’ Uang ada bang, kenapa?” jawab saya heran
’Instruktur dari Jakarta belum makan, antum dan orang Pekanbaru makan diluar aja ya?”

Saya sedih dan terkejut karena kami juga tamu seperti instruktur Jakarta. Seolah-olah kami ini sepele saja. Sudah jauh-jauh dari Pekanbaru dengan jalan memutar lalu tidak disambut dengan cara yang pas lah, menambah capek diriku. Tetapi saya berusaha untuk sabar dan mengerti walaupun ada kata hati berbunyi ”ikhwah tapi kok ngak kasihan?!! Akhirnya saya mengangguk pelan meiyakan suruhan dari Bang faruq. Lalu Bang Faruq dan temannya melanjutkan makan dengan lahapnya.

Saya lihat teman-teman sudah siap antri untuk makan. Akhirnya saya cobalah bilang keteman-teman. Bagaimana kalau kita makan di Luar saja? Saya malu sama orang-orang pekanbaru. Tetapi Syukurlah teman-teman patuh aja dengan ajakan saya. Muka saya tebal. Seharusnya Bang Faruq cs itu lah berhenti makan dulu dan dulukan tamu. Ini tidak! mereka makan dengan lahap tetapi takut ngak cukup untuk tamunya. Takut Tamu jakarta tidak makan maka konsekwensinya mereka malu. Akan tetapi kami dari Pekanbaru????

Satu jam kemudian HP saya berdering. Saya lihat dari Pak Amor rupanya, pak amor lalu berkata begini:
IN... makan dimana tadi (saya jawab, makan diluar) Maafkan ya masalah makan yang tadi. Kawan-kawan kita itu memang agak kurang perasaannyo. Maaf yo in?

Nah pembaca anda tahukan seperti apa mereka di NF itu?

Minggu, 01 Februari 2009

The Gold Future: M I T O S

jangan lupa liaht www.indrahanafi.blogspot